5 Kepakan Pemain Sayap di Liga Sepakbola Eropa

Pemain sayap atau lumrahnya disebut winger adalah satu dari sekian posisi dalam sebuah formasi di sebuah pertandingan sepakbola. Berdasarkan namanya, jelas posisinya berada di sisi (kanan ataupun kiri) dari sebuah lapangan sepakbola.

Secara basic, winger masih menjadi bagian dari gelandang tetapi lebih cenderung melebar dan menyisir sisi lapangan dalam permainannya. Dalam kancah sepakbola Eropa, pemain posisi sayap seakan menjelma menjadi penyerang dikarenakan porsi menyerangnya lebih ditambah.

7 Jenis Kepakan Pemain Sayap

Secara umum, pemain sayap memiliki tugas dan fungsi sebagai pembongkar pertahanan dan merusak konsentrasi pemain tim musuh dari sisi lapangan atau luar lini pertahanan. Kecepatan dan kemampuan menggiring bola yang tinggi menjadi ideal bagi seorang winger. Berikut adalah 7 jenis klasifikasinya:

Winger (murni)

Winger (Murni)

Saat awal mula sepakbola mulai berkembang, inilah dasar dari tugas dan peran seorang winger. Ini adalah pihak pertama yang mengganggu lawan lewat sisi lapangan atau luar pertahanan timnya.

Ia akan selalu siap di posisi sisi untuk membangun serangan dan memberikan opsi variasi serangan yang melebar. Tugas lainnya winger antara lain:

  1. Secepat mungkin melewati lawan dan melepaskan umpan crossing.
  2. Aktor utama dalam serangan balik, memanfaatkan kecepatan yang merupakan syarat utama seorang winger.

Inverted Wing Back

Inverted Wing Back

Posisi sayap dengan tugas serta fungsi ini sejatinya dalam bertahan mengadopsi jobdesk seorang full back.

Akan tetapi dengan posisinya yang lebih ke atas dalam sebuah formasi, keberadaannya diharapkan lebih memiliki nilai ofensif serta memberi warna lebih serta variasi dari serangan yang dibangun oleh sebuah tim.

Hanya saja, tugas kemampuannya dalam menyerang masih dibatasi karena jenis sayap seperti ini dipasang tanpa adanya full back dibawahnya.

Inverted Winger

Inverted Winger

Posisi ini hampir mirip dengan inverted wing back, hanya saja pemain sayap jenis ini lebih ringan porsi bertahannya dikarenakan biasanya formasi yang digunakan menghadirkan sosok full back di sisi bawahnya.

Tugasnya dalam menyerang juga hampir mirip dengan seorang winger murni, hanya saja untuk jenis ini mengharuskan kemampuan dalam melakukan pergerakan dari sisi lapangan untuk masuk menyerang melalui tengah-tengah lini pertahanan musuh. Detailnya adalah:

  1. Dalam menyerang, selain melakukan teror di sisi pertahanan musuh melalui pergerakan dengan dan tanpa bola serta berbagai umpan crossing, pergerakan masuk ke tengah lini pertahanan musuh menjadi tugasnya.
  • Mampu melakukan gangguan dan tekanan kepada full back ataupun juga back tengah musuh tatkala tim sedang diserang.

Wide Target Man

Wide Target Man

Posisi sayap dengan peran seperti ini akan menjadi sasaran atau tumpuan utama dari berbagai haluan atau umpan panjang yang dilepaskan dari lini pertahanan tim. Poinnya adalah membangun serangan yang dimulai dari sisi pertahanan musuh.

Sosok yang ideal untuk menjalankan peran ini adalah pemain yang memiliki kemampuan yang bisa mengalahkan full back musuh seperti ketangguhan dalam penguasaan bola. Beberapa hal yang harus dicatat dalam menerapkan peran sayap seperti ini adalah:

  1. Dipastikan mampu menghadapi full back lawan, dimana secara statistik full back yang dimiliki lawan lemah.
  2. Hold the ball (menahan bola) adalah salah satu tugasnya untuk membuka ruang dan keleluasan rekan setim untuk bergerak dalam menemukan ruang.
  3. Bila memainkan pemain dengan peran ini, dipastikan alur serangan akan berasal dari sayap.

Inside Forward

Inside Forward

Full offensif adalah porsi utama dari pemain sayap jenis yang satu ini. Malah jika diartikan secara sedikit bebas, winger ini merupakan penyerang sayap.

Area pergerakannya selain menyisir sisi lapangan, diharapkan juga mampu melakukan cut inside (bergerak masuk melalui tengah pertahanan musuh). Beberapa hal yang harus diperhatikan terkait inside forward adalah:

  1. Perannya akan semakin terpenuhi dengan menempatkan pemain posisi tersebut berkebalikan dengan kaki bagian mana yang lebih dominan. Contohnya, pemain dengan kaki dominan kiri akan ditempatkan pada sisi kanan, begitu juga sebaliknya.
  • Setiap pergerakan pemain sayap dengan peran seperti ini akan menuntut pula pergerakan maju dari full back dari sisi bawah, sehingga harus diantisipasi kemungkinan adanya serangan balik.
  • Area operasinya adalah sepertiga dari lapangan bagian atas.

Kepakan pemain sayap di liga sepakbola Eropa yang beragam seyogyanya menghadirkan tugas dan peran yang berbeda pula. Mempelajari peran dan fungsi ini jelas dapat memberikan nilai plus bagi seorang pemain sepakbola.