Deretan Klub Basket Indonesia yang Masuk IBL, Mana yang jadi Idolamu

Bola basket menjadi salah satu olahraga yang digemari masyarakat, tidak heran jika banyak klub basket Indonesia yang bermunculan. Bahkan banyak diantaranya adalah klub basket profesional yang masuk dalam liga bergengsi IBL (Indonesian Basketball League).

Seperti halnya sepakbola, pemain basket profesional juga menjelma menjadi idola para penggemar basket dengan skill permainannya yang luar biasa. Mereka juga tergabung dalam klub-klub basket yang terkenal. Dan berikut ini adalah deretan klub bola basket Indonesia yang masuk IBL.

Deretan Klub Basket Indonesia yang Masuk IBL

Banyak nama klub basket terkenal di Indonesia yang tentunya sudah pernah masuk dalam kompetisi bergengsi IBL. Dengan skill dan kemampuan basket yang mumpuni, para pemain profesional dari klub-klub tersebut memiliki popularitas layaknya idola baru.

Dari sekian banyak klub bola basket yang masuk IBL, berikut ini adalah beberapa diantaranya:

1. Satria Muda Pertamina

Satria Muda Pertamina Klub Basket Indonesia

Klub basket profesional ini berbasis di Jakarta dan menjadi salah satu klub bola basket yang masuk IBL. Klub basket milik Erick Thohir ini awalnya bernama Satria Muda Mahaka. Nama Mahaka sendiri diambil dari nama sponsor utama klub waktu itu.

Klub basket ini pertama kali mengikuti kompetisi IBL di tahun 1993, ketika namanya masih Kobatama. Lima tahun berselang setelah kemunculannya di Liga Basket Indonesia, Klub Satria Muda Mahaka berhasil memenangkan kompetisi dan menjadi juara untuk pertama kalinya.

Tahun 2003

Pada tahun 2003, Satria Muda masuk IBL dan mendapatkan sponsor baru yaitu BritAma. Dengan adanya sponsor baru ini, nama Satria Muda diubah menjadi Satria Muda BritAma dan telah mengikuti berbagai macam kompetisi dalam kurun waktu yang cukup lama.

Tahun 2015

Dengan kesuksesan yang telah diraihnya selama berkiprah di dunia basket, Satria Muda akhirnya mendapatkan sponsor baru di tahun 2015 dari Pertamina. Hingga saat ini klub ini lebih populer dengan nama Satria Muda Pertamina.

2. Pelita Jaya EMP

Pelita Jaya EMP

Tim basket profesional Pelita Jaya EMP berbasis di Jakarta dan tercatat pernah memenangi kejuaraan IBL setidaknya 3 kali selama 25 tahun mengikuti kompetisi. Prestasi klub basket ini berkembang pesat di bawah naungan manajemen baru.

Klub yang dibentuk sejak tahun 1997 ini dimiliki oleh Grup Bakrie dan menjadi salah satu pelopor dalam hal profesionalitas manajemen di dalamnya. Mulai dari sistem rekrutmen dan pembinaan, penyediaan dana, infrastruktur bagi atlet, dan lain-lain.

Dengan pengelolaan yang profesional, Pelita Jaya EMP terbukti mampu menunjukkan prestasinya hingga mengharumkan nama bangsa di kancah SEA Games, Asian Games hingga Olympic Games.

3. Aspac

Aspac

Klub bakset Indonesia selanjutnya yang juga masuk ke IBL adalah Aspac yang juga berbasis di Jakarta. Klub basket legendaris ini sudah dibentuk sejak tahun 1986 dan selama kiprahnya di dunia basket tanah air selalu menunjukkan prestasi yang luar biasa.

Prestasi di Tingkat Nasional

Di tingkat nasional, prestasi Aspac tidak perlu diragukan lagi. Dari tahun 2000 hingga 2003, klub basket profesional ini berhasil menjuarai kompetisi Kobatama dengan Three Point.

Sementara dari tahun 2003 hingga 2005, Aspac juga sukses menjuarai kompetisi IBL. Klub ini tercatat kembali memantapkan diri menjadi juara IBL dari tahun 2012 hingga 2013.

Prestasi di Tingkat Internasional

Kiprah klub basket Aspac tidak hanya terbatas di tingkat nasional saja tetapi juga di tingkat internasional. Terbukti, klub basket Indonesia ini berhasil menyandang gelar juara di beberapa kompetisi internasional seperti berikut ini:

Tahun 1996

Pada tahun ini Aspac berhasil memenangkan kejuaraan Asean Basketball League (SEABA) di Surabaya dan selanjutnya disusul dengan kejuaraan Piala Merlion di Singapura. Sementara di ajang piala ABC Manila, Aspac masuk ke peringkat 5.

Tahun 1997

Pada tahun ini Aspac mengikuti kompetisi ABC Championship di Jakarta dan berhasil meraih peringkat ke-3.

Tahun 2001

Pada kompetisi SEABA yang diselenggarakan di Manila tahun 2001, Aspac berhasil meraih juara Runner Up.

Tahun 2003

Pada tahun ini Aspac kembali mengukir prestasi dengan menjuarai ajang Sister City Piala Angsapura di Medan. Pada tahun ini pula, Aspac meraih peringkat ke-5 pada ajang ABC Championship di Kuala Lumpur, Malaysia.

Tahun 2004

Pada tahun ini Aspac berhasil masuk di semifinal Kompetisi Negeri Sembilan, Malaysia Cup. Sementara dua tahun berikutnya, tepatnya di tahun 2006 Aspac meraih peringkat ke-3 dalam ajang kompetisi Sister City Basketball Tournament.

4. Muba Hangtuah

Muba Hangtuah Klub Basket Indonesia

Klub basket profesional ini berbasis di Sumatera Selatan, tepatnya di Kota Palembang. Klub yang didirikan sejak tahun 1995 ini merupakan hasil kerjasama antara Pemkab Musi Banyuasin (Muba) dengan Yayasan Hangtuah Indonesia. Itulah mengapa nama klub-nya Muba Hangtuah.

Pada saat mengikuti kompetisi IBL nama klub yang digunakan adalah Hang Tuah Sumsel Indonesia Muda (Hang Tuah Sumsel IM). Baru kemudian di tahun 2016, nama klub kembali menjadi Hang Tuah Sumsel (HTS).

5. CLS Knights

CLS Knights Klub Basket Indonesia

Klub basket Indonesia selanjutnya yang masuk IBL adalah CLS Knights yang berbasis di Surabaya. Sebelum menggunakan nama CLS Knight, klub ini awalnya bernama CLS Good Day karena didukung oleh Good Day sebagai sponsor utamanya.

CLS sendiri merupakan singkatan dari Cahaya Lestari Surabaya. Nama CLS Good day digunakan oleh klub ini saat mengikuti kompetisi IBL di tahun 2007 di bawah manajemen Ming Sudarmo dan pelatih saat itu Hendro Wibisono.

Baru di tahun 2008, CLS Good Day berganti nama menjadi CLS Knights dengan pemain andalannya yaitu Agustinus Indrajaya dan Charly Affandi. Sementara yang bertanggungjawab sebagai pelatihnya adalah Simon Wong.

Bahkan di bawah pelatihan Simon Wong tersebut dari CLS Knights telah mencetak rookie terbanyak diantara klub-klub profesional lainnya di IBL.

6. Garuda Bandung

Garuda Bandung

Klub basket Indonesia selanjutnya yang masuk IBL adalah Garuda Bandung. Klub bola basket profesional ini didirikan oleh Lilian Wijaya pada tahun 1991 dan masuk dalam divisi Perbasi terhitung sejak tahun 1994. 

Sejak saat itu juga, Garuda Bandung langganan masuk babak final. Klub ini tercatat masuk babak final hingga 7 kali dan berhasil meraih juara tiga kali, yaitu di tahun 1994, tahun 1997 dan 1998.

Tim basket profesional ini juga tercatat masuk runner up sebanyak empat kali, yaitu di tahun 1995, tahun 1996, 2000 dan terakhir tahun 2008. Seperti klub basket lainnya, Garuda Bandung juga beberapa kali mengalami pergantian nama sesuai dengan sponsor utamanya.

Diantaranya adalah Hadtex Indosyntec, kemudian berubah menjadi Pansia Indosyntec, dan beralih dengan nama Panasia Senatama serta Garuda Bandung. Terakhir nama klub ini berubah menjadi Garuda Flexi Bandung.

Sebenarnya masih banyak klub basket Indonesia lainnya yang masuk ke IBL, hanya saja ada beberapa yang namanya selalu berganti. Selain itu tidak rutin mengikuti kompetisi IBL sehingga kadang main kadang tidak.

Kompetisi IBL sendiri menjadi salah satu kompetisi yang cukup bergengsi di tanah air, sehingga banyak klub profesional yang ikut bertanding untuk menunjukkan kualitas permainan dari klub masing-masing. Dengan banyaknya klub basket Indonesia yang ikut bertanding, maka yang terbaiklah yang menang.